Rabu, 26 November 2014

Karya Tulis Ilmiah




LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Karya Tulis : Solusi Surplus Produksi Buah Tomat (Solanum lycerpersium) Kab.Enrekang Dengan Pemanfaatan Menjadi Bahan Olahan Makanan yang Bergizi Tinggi.
2. Bidang kegiatan : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
3. Ketua pelaksana kegiatan
 a. Nama Lengkap                   : Ilham  MR
 b. Tempat tanggal  lahir         : Karrang 15 Januari 1997
 c. NISN                                  : 9978013853
 d. Asal sekolah                       : MA Rahmatul Asri
 e. Alamat rumah                     : Karrang  Kab. Enrekang
4. Anggota pelaksana kegiatan           : 2 Orang
5. Guru pembimbing
 a. Nama Lengkap dan Gelar : Mursalim Nawawi, M. Pd
 b. NIP                                    : 19761005 200604 1 024
 c. Pangkat                              : Penata/III.c
 d. Alamat rumah No. Tlp/Hp : Rijang Panua. Kec. Kulo. Kab. Sidrap 
Maroangin, 27 Agustus 2014
Menyetujui,
      
 Kepala Sekolah 

H.Amir Musthafah LC.M.Pd.I
NIP. 19750130 200901 1 004



KATA PENGANTAR

   Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan  makalah ini guna untuk berpartisipasi dalam “ Lomba Karya Tulis Ilmiah Siswa Tingkat SMA/MA Sederajat PIKIR IV Tahun 2014 “. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang pemanfaatan SDA yang berlebihan untuk mensejahterakan masyarakat pada umumnya, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, berita dan melakukan percobaan.
     Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para santri dan santriwati PPM Rahmatul Asri Maroangin Kab. Enrekang.

 Maroangin, 21 Agustus 2014



                                   Penulis              






ABSTRAK

Ilham MR, Muhammad Wahyuddin,Firmansyah 2014, “:Solusi Surplus Produksi Buah Tomat (Solanum lycerpersium) Kab.Enrekang Dengan Pemanfaatan Menjadi Bahan Olahan Makanan yang Bergizi Tinggi.” (Di bimbing oleh Mursalim Nawawi, M. Pd.)
Buah tomat (Solanum lycerpersium) merupakan salah satu tanaman yang hampir setiap hari dikomsumsi masyarakat  yang dijadikan sebagai salah satu pelengkap untuk hidangan empat sehat lima sempurna. Buah tomat memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Didalamnya mengandung Protein = 1.0 g, Vitamin A = 1500 SI, Kalori + 20 kal, Lemak = 0.3 mg, Karbohidrat = 4.2 g dan Vitamin C = 40 mg.
Rumusan penelitian ini adalah (1) Bagaiman buah tomat menjadi alternatif pengganti bahan makanan yang bernilai gizi tinggi ? (2) Bagaimana pemanfaatan potensi buah tomat busuk dapat memberikan solusi, pemecahan dan jalan keluar yang baik akan masalah kerugian yang dialami oleh produsen tomat? (3) Apakah pemanfaatan buah tomat dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif  terhadap krisis bahan makanan?.
Penelitian ini bertujuan (1) Dijadikan objek masalah yang perlu dipikirkan lebih lanjut mengenai pemanfaatan potensi Tomat sebagai alternatif pengganti bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi. (2) Memberikan solusi, pemecahan dan jalan keluar yang baik akan masalah kerugian yang dialami oleh produsen tomat. (3) Menjadi salah satu pilihan alternatif untuk menghadapi masalah krisis bahan makanan yang  perlu dikaji lebih lanjut.

 Kesimpulan akhir dari penelitian ini menjadi jawaban atas beberapa rumusan-rumusan masalah     yang terjadi pada masyarakat di Kabupaten Enrekang, (1) Mengatasi keresahan produsen tomat akibat surplus produksi tomat dengan menjadikan bahan olahan makanan yang bergizi di Kabupaten Enrekang, (2) Mengembangkan olahan makanan tersebut dengan diciptakannya sebuah keripik tomat yang memiliki nilai jual tinggi sehingga  dapat mencapai kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Enrekang, (3) Dapat dijadikan pilihan alternatif untuk bahan makanan karena banyak mengandung vitamin, protein, lemak dan kalori.
 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang.
     Hampir semua orang mengenal tanaman Tomat, tomat merupakan tanaman asli benua Amerika yang tersebar dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Tanaman tomat pertama kali dibudidayakan oleh suku Inca dan suku Aztec pada tahun 700 SM. Sementara itu, bangsa Eropa mulai mengenal tomat sejak Christopherus Columbus pulang berlayar dari Amerika dan tiba di Pantai San Salvador pada tanggal 12 Oktober 1492. Ketika itu, Columbus diperintahkan oleh Ratu Isabella dari Kerajaan Castilia, Spanyol untuk mencari emas dan rempah-rempah, tetapi ia pulang justru membawa biji-bijian, seperti jagung, cabe, dan tomat. Meskipun ratu Isabella kecewa dengan hasil yang dibawa Columbus, tetapi akhirnya biji-bijian tersebut ditanam juga oleh para petani di Spanyol dan menyebar sampai ke beberapa Negara Eropa lainnya.
Tatkala penyebaran tomat telah mencapai Benua Eropa bagian Utara, orang-orang di daerah itu menamai tomat dengan berbagai julukan. Orang Perancis menyebut tomat dengan apel cina . Sementara itu, orang Jerman menyebutnya dengan apel surga . Lain halnya di Inggris, orang-orang di Negara kerajaan itu justru tidak percaya kalau tomat bias dimakan. Mereka menganggap tomat adalah buah beracun. Kekhawatiran yang sama juga terjadi di antara penduduk Amerika, bahkan terus berlangsung hingga abad ke-19. namun pada tahun 1821, orang-orang Louisianan di New Orleans mulai memakai tomat dalam berbagai menu masakan mereka. Tak lama kemudian berita ini cepat menyebar sehingga banyak ditiru masyarakat luas yang menggunakan tomat sebagai campuran masakan seafood.
       Penyebaran tomat di Indonesia dimulai dari Filipina dan Negara-negara Asia lainnya pada abad ke-18. Pada awalnya, tomat yang pertamakali ditanam oleh suku Inca dan suku Aztec ini masih berbuah kecil dan produktivitasnya juga masih rendah. Hal ini jelas berbeda dengan kondisi sekarang. Buah tomat yang dihasilkan bias menghasilkan bobot hingga 0,4 kg per buah atau 5-8 kg buah per tanaman. Selin kualitas dan buahnya yang tinggi , tanaman tomat hibrida juga mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat, mulai daerah dataran rendah, dataran menegah, hinggga dataran tinggi. Bahkan ada juga varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit tertentu.
 Berdasarkan  informasi yang penulis dapatkan di daerah  kabupaten Enrekang Sulawesi selatan, sebagian besar penduduknya bercocok tanam dan buah tomat menjadi salah satu jenis tanaman yang mendominasi di daerah tersebut. Produksi yang dihasilkan setiap harinya mampu mencapai ratusan ton buah tomat, dikhawatirkan dari surplus produksi buah tomat yang menjadi masalah bagi para produsen adalah nilai harga yang tinggi seiring dengan melambungnya harga kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) akan sangat berpengaruh karena hasil penjualan buah tomat akan menurun. Sehingga buah tomat yang ada di pasaran akan tinggal begitu saja, buah tomat akan rusak atau busuk bila terus terjadi seperti itu. Untuk mencegah terjadinya masalah tersebut, surplus produksi Buah tomat itu dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti bahan makanan.
    Dari fakta diatas, Penulis mengemukakan solusi untuk ancaman kerugian terhadap surplus produksi tomat dengan memanfaatkan tomat sebagai bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Penggunaan Buah tomat sebagai pengganti bahan makanan yang bernilai gizi tinggi mungkin dapat menepis anggapan negatif masyarakat terhadap tanaman ini. Selain itu, bagi masyarakat yang telah mengerti akan berbagai khasiat dari tanaman ini dapat memperoleh alternatif lain yang lebih mudah dan praktis dalam pengolahannya sebagai obat tradisional. Nantinya, Buah tomat akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk sumber bahan makanan yang bergizi.
    Buah tomat selama ini selalu memenuhi pasaran, serta yang selalu hanya dipandang sebelah  mata bagi mereka yang melewatinya dapat menjadi lebih berarti dan bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Melalui karya ilmiah ini, penulis ingin mengenalkan tentang pemanfaatan Buah tomat sebagai pengganti bahan makanan yang bernilai gizi tinggi yaitu dengan cara mengolah menjadi sejenis Keripik Tomat.
1.2   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang mendasar penulisan karya tulis ini sebagai berikut:
1. Bagaiman buah tomat menjadi alternatif pengganti bahan makanan yang bernilai gizi tinggi ?
2. Bagaimana pemanfaatan potensi buah tomat busuk dapat memberikan solusi, pemecahan dan jalan keluar yang baik akan masalah kerugian yang dialami oleh produsen tomat?
3. Apakah pemanfaatan buah tomat dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif  terhadap krisis bahan makanan?
1.3   Batasan Masalah
   Dalam karya tulis ini penulis hanya mengungkapkan pemanfaatan potensi Tomat di kabupaten Enrekang sebagai alternatif pengganti bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi dengan cara diolah menjadi sebuah Keripik Tomat.
1.4   Tujuan Penulisan
    Untuk mengetahui sejauh mana potensi gizi yang terkandung dalam Tomat sebagai alternatif pengganti bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi yang nantinya akan diolah menjadi sebuah Keripik Tomat.
1.5   Manfaat Penulisan
       Manfaat yang ingin diperoleh antara lain :
1. Dapat dijadikan objek masalah yang perlu dipikirkan lebih lanjut mengenai pemanfaatan potensi Tomat sebagai alternatif pengganti bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi.
2. Dengan adanya karya tulis ini memungkinkan dapat memberikan solusi, pemecahan dan jalan keluar yang baik akan masalah kerugian yang dialami oleh produsen tomat.
3. Dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk menghadapi masalah krisis bahan makanan yang  perlu dikaji lebih lanjut.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1  Deskripsi  Mengenai Tanaman Tomat (Solanum lycerpersium)
    Tomat (Solanum lycerpersium), buah ini terdapat diseluruh penjuru dunia. Warna dan bentuknya yang beragam menambah uniknya buah yang satu ini. Tomat pertama kali dikenal oleh suku Aztec sekitar 700SM berarti, tomat adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika. Melalui pelayaran antar benua sekitar abad ke-16, bangsa Eropa pun mulai mengenal tomat. Rasanya yang asam manis ini mampu menarik perhatian setiap orang yang memakannya. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, tomat menjadi buah wajib disetiap dapur orang Eropa.
Sekitar tahun 1800-an, masyarakat Italia mengenal pizza. Makanan ini berkembang mulai didaerah Naples, selatan Italia. Konon, sebuah rumah makan disana membuat pizza istimewa untuk menyambut Ratu Margarite. Pizza itu memiliki tiga warna, yaitu merah-putih-hijau. Warna itu adalah warna bendera Italia. Hijau dihasilkan dari daun basil, putih dari keju mozzarella, dan merah dari saus tomat! Sejak itu, tidak ada pizza tanpa tomat. Sejak itu pula. tomat semakin digemari.
Biacara soal jenis, didunia ini tak kurang dari 400 jenis tomat yang ditanam oleh para petani. Tak heran, wujud tomat bisa sangat beragam. Ada yang warnanya merah, kuning, hijau, bahkan loreng. Tomat yang loreng ini biasa disebut "tomat zebra" Warnanya hijau loreng.
Buah tomat mempunyai nama ilmiah Licopersicum Esculentum, dan merupakan buah asli amerika tengah dan amerika selatan. Buah tomat sering kita jumpai dalam berbagai menu masakan maupun dalam bentuk jus. Tomat dikategorikan sebagai buah yang berkeluarga dekat dengan kentang, hanya saja berwarna merah saat matang. Buah tomat adalah jenis buah yang mempunyai kandungan vitamin yang cukup banyak sehingga sangat baik bagi kesehatan tubuh anda
     Tahukah anda apa saja vitamin yang terkandung dalam buah tomat? Berdasarkan penelitian, buah tomat yang telah masak / matang memililiki berbagai kandungan vitamin di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Kalsium = 5 mg
b. Vitamin A  = 1500 SI
c. Kalori + 20 kal
d. Vitamin C = 40 mg
e. Protein = 1.0 g
f. Lemak = 0.3 mg
g. Karbohidrat = 4.2 g
     Berdasarkan kandungan nutrisi di dalamnya tersebut, maka buah tomat baik dikonsumsi setiap hari karena akan membantu menjaga kesehatan anda. Maka tidak heran jika sebagian besar orang menyukai buah tomat untuk dikonsumsi dalam sajian yang beraneka ragam. Berikut ini adalah beberapa manfaat buah tomat bagi kesehatan tubuh manusia :
1.      Menjaga kesehatan mata anda
Buah tomat yang telah masak memiliki kandungan vitamin A sebanyak 1500 SI. Itu artinya buah tomat sangat baik utnuk menjaga kesehatan mata anda. Mata membutuhkan vitamin A untuk membentuk sistem penglihatan yang baik, vitamin ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Jika mata anda kekurangan vitamin A maka mata anda menjadi tidak sehat, misalnya gangguan penglihatan dan lain sebagainya.
2.    Mencegah penggumpalan darah
Tahukah anda bahwa salah satu penyebab penyakit stroke dan jantung adalah karena penggumpalan darah. Darah yang menggumpal akan menyumbat darah untuk mengaliri semua anggota tubuh anda, sehingga jika itu terjadi maka organ-organ dalam tubuh akan kehilangan suplai darah. Organ yang paling rentan terhadap penggumpalan darah ini adalah jantung. Dalam buah tomat terdapat biji, dan di luar biji tersebut terdapat gel berwarna kekuning-kuningan. Nah, itulah zat yang mampu mencegah penggumpalan darah dalam tubuh.
3.    Antioksidan
Sistem kekebalan tubuh yang baik akan menjaga anda dari berbagai macam penyakit/virus yang masuk ke dalam tubuh anda. untuk mendapatkan kekebalan tubuh, anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, salah satunya buah tomat. Dalam buah tomat mengandung lycopene, yaitu semacam antioksidan yang berfungsi untuk menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat asap rokok , polusi udara, dan zat berbahaya lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya itu, ternyata lycopene juga berperan aktif dalam mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker prostat, kanker lambung, usus besar, tenggorokan, dan kanker rahim. 
4.    Anti inflamasi
Inflamasi atau yang sering disebut radang adalah satu dari respon utama sistem kekebalan terhadap infeksi dan iritasi. Inflamasi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit koronis, misalnya kanker, diabetes, dan luka dan jerawat. Buah tomat adalah makanan anti inflamasi sehingga jika anda memiliki masalah dengan luka dan jerawat, maka sebaiknya anda mengkonsumsi tomat setiap hari.
5.    Mencegah wasir dan sembelit
Mengapa buah tomat dapat mencegah wasir dan sembelit? Jawabannya adalah karena buah tomat kaya akan serat, sehingga mampu mengatasi gangguan pencernaan anda. Jika pencernaan bekerja dengan baik maka anda tidak akan mengalami wasir dan sembelit.
6.    Membantu menurunkan demam
Buah tomat dapat menurunkan demam? Ya, buah tomat dapat membantu menurunkan demam karena mengandung antiperitik. Antiperitik adalah zat-zat yang dapat menekan suhu badan pada keadaan demam.
7.    Menambah jumlah produksi sperma
Bagi anda kaum pria yang ingin memiliki sperma yang lebih banyak, cobalah untuk mengkonsumsi buah tomat. Buah tomat mengandung lycopene yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma, sehingga di prancis buah tomat dikenal dengan "pomme d'amour" atau apel cinta.
Klasifikasi Tomat (Solanum lycerpersium)
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum lycopersicum L.
Kandungan nilai gizi pada buah tomat segar dari tiap 100 g buah menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1972) sebagai berikut :
1.    Karoten ( vitamin A )   ------------                   1500 S.I.
2.    Thiamin (vitamin B )   -------------                   60 μg
3.    Riboflavin (vitamin B2)    ---------                   -
4.    Asam askorbat ( vitamin C )  -----                  40 mg
5.    Protein         ---------------------                         1 g
6.    Karbohidrat  --------------------                         4,2 g
7.    Lemak    ------------------------                          0,3 g
8.    Kalsium ( Ca )  -----------------                           5 mg
9.    Fosfor ( P )   -------------------                          27 mg
10.  Zat Besi ( Fe )  -----------------                        0,5 mg
11.  Bagian yang dapat dimakan (Bdd) --          95 %

 

2.2  Jenis-Jenis Tomat
       Ada berbagai jenis Tomat diantaranya :
Tahukan Anda bahwa terdapat banyak sekali varian atau jenis tomat yang berhasil dibudidayakan di seluruh dunia. Umumnya jenis-jenis tomat didasarkan pada ketinggian tanaman, penampilan, dan kegunaannya.
Berdasarkan ketinggian tanamannya, jensi tomat dibagi menjadi 3 golongan utama, yaitu :
1.    Determinate
     Golongan ini merupakan yang terpendek diantara tanaman tomat, yakni hanya berkisar antara 50-80 cm saja. Golongan ini tidak bisa tumbuh tinggi karena ujung tanamannya diakhiri dengan rangkaian bunga. Jenis ini relatif memiliki umur sangat pendek sehingga dapat cepat dipanen.
2.    Intermediate
     Pohon Tomat dengan golongan ini termasuk relatif tinggi dan dapat tumbuh hingga mencapai 2m. Namun demikian, meskipun batang tanamannya relatif tinggi umurnya hanya berkisar 4 bulan saja.
3.    Hybrida
     Golongan ini merupakan hasil persilangan antara golongan determinate dengan intermediate. Karena merupakan persilanngan antara keduanya, varietas ini memiliki sifat dari keduanya.
Selain dikelompokkan berdasarkan bentuk fisik tanamannya, jenis buah tomat juga banyak ditentukan berdasarkan bentuk buah dan juga kegunaannya. Beberapa jenis tomat yang lazim dikenal di masyarakat adalah sebagai berikut :
1.    Tomat Plum
     Sesuai dengan namanya, penampilan tomat ini mirip buah plum. Bentuknya bulat lonjong, dagingnya banyak sekali mengandung air dan memiliki permukaan kulit yang tipis.
Tomat plum umumnya dipakai untuk tumisan dan masakan yang membutuhkan waktu memasak yang relatif lama seperti membuat saos tomat dan diolah sebagai jus tomat.
2.    Tomat Beef
     Tomat beef ini memiliki bentuk yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Karena ukurannya yang besar tomat jenis ini sering kali digunakan untuk membuat sandwich atau hamburger. Tapi tidak jarang juga para chef menggunakannya untuk bahan tumisan atau masakan lain yang memerlukan tomat dalam ukuran besar.
3.    Tomat Ceri
     Tomat ini bentuknya kecil agak lonjong. Ketika masih muda warnanya hijau pucat dan ketika sudah masak warnanya berubah menjadi orange ke merahan. Rasanya dagingnya cukup manis, dan mengandung juice yang cukup banyak.
Umumnya digunakan sebagai pelengkap salad atau dimakan dalam keadaan segar.
4.    Tomat Hijau
     Sesuai dengan namanya, tomat ini berwarna hijau, teksturnya agak keras karena memiliki kandungan air yang sedikit. Sebenarnya tomat hijau adalah tomat yang dipanen sebelum masak.
Biasanya digunakan sebagai bahan tumisan karena rasanya yang cenderung segar.
 
5.    Tomat Pear
      Jenis tomat ini memang mirip dengan buah pear (seperti air mata yang jatuh) hanya saja bentuknya jauh lebih kecil dari buah Pear. Memiliki warna beraneka ragam, mulai dari merah, orange, dan kuning dan rasanya cukup manis.

Umumnya dikonsumsi langsung atau ditambahkan sebagai bahan pelengkap salad. Tomat jenis ini kurang populer di Indonesia.
6.    Tomat Anggur
     Tomat Anggur merupakan varian tomat yang paling kecil diantara lainnya. Berbeda dengan tomat ceri yang cenderung lebih lonjong, bentuk tomat anggur cenderung lebih bulat dan lebih kecil.Karena rasanya yang cukup manis, tomat anggur sering kali dikonsumsi secara langsung ataupun digunakan sebagai salad. Sering kali ketika di jual warnanya kuning dan merah. Tomat jenis ini juga jarang dijumpai di Indonesia.
2.3  Manfaat Buah Tomat
    Manfaat tomat bagi kesehatan tubuh anda. Berikut ini 7 manfaat dahsyat tomat bagi kesehatan tubuh anda :
1. Melancarkan dan Menyehatkan Sistem Pencernaan. Salah satu kelebihan tomat yaitu merupakan sumber serat yang diperlukan oleh tubuh anda. Sehingga, bagi siapapun yang menginginkan sistem pencernaan tetap sehat dan lancar, mulailah dengan mengkonsumsi buah merah tersebut.
2. Melindungi kulit wajah dan Kulit Tubuh. Ini dikarenakan, tomat merupakan sumber likopen. Kandungan likopen dalam tomat berfungsi untuk mencegah kerusakanan jaringan kulit yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet dari matahari.
3.  Memperkuat Tulang Pada Tubuh dan Memperindah Mahkota Kepala Anda. Ini dikarenakan, buah tersebut merupakan sumber vitamin K yang mampu mencegah mengeroposnya tulang atau lebih dikenal dengan istilah osteoporosis dan sumber.

4.  Pencegah Kanker Yang Lebih Efektif. Bagi anda yang ingin terhindar dari berbagai jenis kanker seperti kanker prostat, mulut, tenggorokan, lambung, usus besar, dan kanker ovarium, mulailah rutin untuk mengkonsumsi buah tomat tersebut.Karena kandungan likopen dalam tomat sangat ampuh mencegah berbagai kanker tersebut.

5. Pencegah Diabetes Secara Alami. Kandungan kromium dalam buah tomat mampu membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh anda. Sehingga lebih stabil dan tidak membahayakan kesehatan tubuh anda.
6.  Menajamkan Penglihatan Anda. Sumber vitamin A dalam tomat berfungsi untuk menjaga kesehatan mata serta mampu menajamkan daya lihat organ mata seseorang terhadap berbagai benda di sekitarnya. 

2.4  Produksi Buah Tomat Enrekang
     Tomat dari 9 kecematan di kabupaten Enrekang wilayah yang paling tinggi produksinya adalah kecamatan Alla yang mencapai 2.226,62 ton pertahun. Harga tomat di Enrekang, saat ini melambung tinggi hingga berada diposisi tertinggi yaitu Rp.3.200 per kilogram. padahal sebelum terjadinya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) nilai jual tomat masih bisa dicapai dengan harga yang sederhana yaitu Rp.100. harga tomat yang rendah pada saat itu disebabkan karena permintaan dari sejumlah daerah yang selama ini menjadi tujuan penjualan seperti Makassar dan Kalimantan menurun. masuknya tomat impor dari Thailand juga yang menjadi penyebab utama.
    Hal tersebutlah yang banyak membuat masyarakat Enrekang harus berpikir keras untuk mencegah terjadinya kerugian terhadap produksi tomat akibat surplusnya yang berlebihan. dan berdasarkan fakta yang ada, Enrekang selama ini adalah daerah penghasil buah tomat terbesar di Sulawesi Selatan. dalam setahun produksi buah tomat di Enrekang yang mencakup seluruh kecamatan dapat menghasilkan sampai 120 ribu ton. 
2.5  Budidaya Tanaman Tomat Enrekang
 
2.5.1. Persiapan Lahan Budidaya Tomat

        Persiapan lahan budidaya tomat meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm, kemudian dilakukan pemasangan ajir. Pemasangan ajir dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman tomat terjaga, masing2 ajir dihubungkan gelagar. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat, ajir paling pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ± 45°.
2.5.2. Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Tomat
       Persiapan pembibitan budidaya tomat membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½ dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama ± 6 jam, baru kemudian benih disemai di media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup kain goni (bisa menggunakan mulsa PHP), dijaga dalam keadaan lembab. Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan umur 10 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dosis terendah. Bibit berdaun sejati 4 helai siap dipindah tanam ke lahan.
2.5.3.  Penyulaman Budidaya Tomat
           Penyulaman budidaya tomat dilakukan sampai umur tanaman tomat 2 minggu. Tanaman tomat yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.
2.5.4. Perempelan dan Pengikatan Tanaman Pada Budidaya Tomat
         Perempelan tunas samping tanaman tomat dilakukan sampai pembentukan cabang, baik cabang utama, cabang kedua, ketiga dan seterusnya di atas cabang utama. Jadi, di atas cabang utama, cabang dipelihara adalah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas samping dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tomat tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban tanaman tomat saat tanaman sudah dewasa, sedangkan perempelan tunas di bawah cabang-cabang produktif bertujuan menjaga kelembaban tanaman tomat dan mengoptimalkan produksi. Perempelan daun tanaman tomat di bawah cabang utama dilakukan saat tajuk tanaman tomat telah menutupi seluruh daun bagian bawah, saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal, justru sangat disenangi hama penyakit tanaman. Perempelan daun juga dilakukan bagi daun tua/terserang penyakit. Sanitasi Lahan dan Pengairan Pada Budidaya Tomat Sanitasi lahan pada budidaya tomat meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman tomat terserang hama penyakit. Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan. Pemupukan Susulan Pada Budidaya Tomat Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran pada umur 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman tomat diberikan 200ml. Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 7 hst dan 24 hst, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat, kalium dan mikro tinggi diberikan umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst. Dosis/ konsentrasi penyemprotan sesuai petunjuk pada kemasan.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1    Jenis penilitian
  Penelitian ini kami lakukan berdasarkan rencana sebelumnya terhadap masalah surplus tanaman tomat yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan olahan makanan yang bergizi tinggi yaitu sebuah Keripik Tomat.
3.2    Lokasi dan Waktu Penelitian
 Proses pembuatan Keripik tomat dilaksanakan di Kompleks penulis, PPM Rahamatul Asri Maroangin, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 24-26 Agustus 2014.
3.3    Bahan dan Alat yang digunakan
3.3.1. Bahan Dasar
Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :
1.  Buah tomat yang segar
Dalam penelitian ini, buah tomat yang segar digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan makanan alternatif Keripik tomat.
2.  Air
Air digunakan sebagai bahan untuk mencuci dan merendam Tomat.
3.  Minyak goreng
Minyak goreng digunakan untuk menggoreng Tomat.
3.3.2. Bahan Pembantu
Bahan pembantu ini bertujuan untuk menambah cita rasa Keripik yang gurih dan enak. Bahan pembantu yang digunakan yaitu:
1.   tepung terigu protein sedang
2.   gram tepung sagu
3.   teh baking powder
4.   teh kaldu ayam bubuk
5.   teh garam
6.   teh merica bubuk
7.   makan saus tomat
8.   daun bawang
9. seledri 
3.3.3. Alat
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Kompor
7. Piring
2. Penggorengan (wajan)
8. Baskom
3. Blender
9. Serok
4. Pisau

5. Alat penggilingan mi

6. Sendok
3.4    Prosedur penelitian
3.4.1  Langkah-Langkah Pengelolahan buah tomat segar
1.     Pengumpulan Buah
Buah dapat diperoleh di pedagang tomat dari wilayah sekitar.
2.     Pencucian  Buah
Pencucin  Buah dilakukan untuk menghilangkan kuman-kuman yang masih ada pada tomat yang kurang segar.
3.     Pengeringan Buah
Pengeringan buah dilakukan setelah dicuci bersih, kemudian di keringkan selama ± 1 hari.

3.4.2 Proses Pembuatan Keripik Tomat
1. Kumpulkan buah tomat yang sudah dijemur.
2. Cucilah buah tomat kembali yang telah dikumpulkan agar terbebas dari kuman-kuman yang masih menempel.
3. Masukkan buah tomat yang telah direndam tadi ke dalam blender yang sudah disiapkan sebelumnya.
4. Tambahkan blenderan saus tomat, daun bawang dan seledri. Aduk rata lalu gumpalkan.
5. Kemudian siapkan baskom lalu campur tepung terigu, tepung sagu, baking powder, kaldu ayam bubuk, garam, dan merica bubuk. Aduk dengan rata menggunakan sendok.
6. Kemudian ambillah alat penggilingan yang sudah di siapkan, lalu ukur terlebih dahulu ketebalan pada penggilingan sebelum adonan digiling biasanya digunakan dari ketebalan paling besar no.1 hingga no.5. lakukan penggilingan sebanyak 2-3 kali pada tiap ukuran gilingan sambilil ditabur dengan tepung terigu.
7. Lakukkan pengilingan Potong–potong bulat diameter 5 cm.
8. Kemudian siapkan kompor untuk dinyalakan dan wajan untuk menggoreng. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang dan kering.
9. Setelah adonan tersebut mulai agak matang, cicipilah sedikit. Jika kurang gurih/asin, tambahkan bumbu lagi.
10. Setelah berwarna kuning kecokelatan, seroklah Keripik tersebut, dan tiriskan.
11. Letakkan Keripik tersebut pada piring yang sudah tersedia.
12. Jika perlu, kemaslah Keripik tersebut dalam plastik yang tertutup rapat, dan simpanlah pada tempat yang kering agar Keripik tetap renyah.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1     Hasil penelitian
4.1.1.  Proses pembuatan keripik tomat
Dari proses pembuatan keripik tomat, penulis dapat menyimpulkan proses penelitian dengan melihat dan mencoba langsung prosedur pembuatan, Penulis mengumpulkan buah tomat yang segar lalu dicuci dan dijemur. kemudian mencampurkan buah tomat tersebut dengan campuran tepung terigu, tepung sagu, baking powder, kaldu ayam bubuk, garam, dan merica bubuk. sehingga campuran itu terbentuk menjadi sebuah adonan  lalu dilakukanlah penggilingan dengan memotong-motong bulat hingga mencapai diameter 5 cm. dan hal terakhir yang dilakukan oleh penulis adalah menggoreng adonan tersebut hingga sudah terlihat matang atau agak kecoklatan.   

4.1.2.  Tanggapan responden terhadap produksi keripik tomat
Dari hasil penelitian penulis memperkenalkan produksi keripik tomat kepada santri dan santriwati di Kompleks penulis (PPM Rahmatul Asri Maroangin Kab.Enrekang) yang berjumlahkan  Namun penulis menjadikan sample hanya kepada 100 orang santri dan santriwati saja. dan dari 100 orang tersebut memiliki berbagai tanggapan yang berbeda.
RASA MAKANAN
TANGGAPAN
RASA ENAK
RASA SEDANG
TIDAK ENAK
TIDAK ADA TANGGAPAN
BANYAK RESPONDEN
75
10
5
10
4.2  Pembahasan
Dalam hasil  penelitian yang dilakukan penulis, penulis mampu menyimpulkan dan menjelaskan hasil dari produksi keripik  tomat tersebu dengan menilai aspek atau bagian tertentu, yaitu:
4.2.1 Warna
Warna keripik tomat setelah digoreng yaitu memiliki warna yang agak kecoklat-coklatan dan tidak jauh beda dari warna keripik yang lain. keindahan warna yang terlihat sangat mengundang hasrat bagi siapa pun konsumen yang akan menikmatinya.
4.2.2 Rasa
Keripik Tomat mempunyai rasa yang gurih dan agak pedas karena didalamnya mengandung bahan merica yang menjadi pelengkap cita rasa yang lebih tinggi.
4.2.3 Kerenyahan
Keripik Tomat yang dihasilkan mempunyai rasa yang renyah. Keripik tersebut renyah karena bumbu yang digunakan untuk menggoreng ditambah dengan baking powder. Dengan demikian, keripik akan menjadi renyah.

http://www.sajiansedap.com/images/detail/1352458311detail_ABB-no03-copykeripik_tomat_kreasi_253.jpgBAB V

PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari penjelasan diatas maka penulis menyimpulkan bahwa gizi yang terkandung dalam  Buah tomat memiliki potensi sebagai alternatif pengganti bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi dengan diolah menjadi sebuah jenis makanan yang menyerupai hasil produksi pabrik yaitu keripik yang dijual di berbagai toko. namun, Keripik Tomat yang hanya dibuat dengan bahan yang sederhana bisa melampaui sumber gizi yang dihasilkan dibandingkan dengan hasil buatan pabrik sendiri.
5.2  Saran
Untuk penelitian lanjutan hendaknya dapat mengkaji lebih jauh bagaimana gizi dalam Tomat Segar ini dapat menggantikan posisi bahan Makanan yang bernilai gizi tinggi di kabupaten Enrekang.


DAFTAR PUSTAKA

Yanto, Budi. Klasifikasi Tomat
www.biologionline.info/2013/04/klasifikasi-tomat.html?m=1 (di akses tanggal 21 Agustus 2014)
Harjana, Dadan. Manfaat Buah Tomat Bagi Kesehatan.
http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/10/manfaat-buah-tomat-untuk-kesehatan-dan-kecantikan.html (di akses tanggal 21 Agustus 2014)
Kandungan Gizi Tomat
rumputhijau.blogspot.com/2012/08/kandungan-gizi-tomat.html?m=1 (di akses tanggal 21 Agustus 2014)
Jenis-jenis Tomat
infobuahtomat.blogspot.com/2012/05/jenis-jenis-tomat.html?m=1 (di akses tanggal 21 Agustus 2014)
Produksi Buah Tomat Enrekang
htttp://m.liputan6.com/news/read/184384/harga-tomat-jatuh-petani-buang-hasil-panen (di akses tanggal 22 Agustus 2014)
Pertanian.website resmi Enrekang
http://ver2.enrekangkab.go.id/index.php/potensi/pertanian (di akses tanggal 22 Agustus 2014)
Budidaya Tanaman Tomat
http://tipspetani.blogspot.com/2013/02/cara-lengkap-budidaya-tomat.html?m=1  (di akses tanggal 23 Agustus 2014)

Silahkan tunggu karya lain,,, atau add lewat fb رسدى إلهام
atau to guru pembimbing Mursalim Nawawi Chaling

Thanks For Read.....